Jamur tiram memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan warna tudungnya, dan masing masing memiliki karakteristik yang berbeda beda, jenis jamur tiram diantaranya jamur tiram puti, jamur tiram merah, jamur tiram abu-abu dan jamur tiram coklat.
Jamur tiram putih
Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) atau white mushroom juga dikenal dengan istilah jamur shimeji (jepang). Sesuai dengan namanya jamur ini memiliki tudung berwarna putih, diameter tudung bisa mencapai antara 3-8 cm, kulit tudungnya tipis, ada yang yang rata dan ada yang bergelombang, serta memiliki cabang dalam satu rumpun, besar kecilnya ukuran dalam satu rumpun tidaklah sama, ada yang kecil, ada juga yang besar/ lebar, dari beberapa jenis jamur tiram lain, jamur tiram putih lebih popular dibudidayakan di Indonesia. Serta paling banyak dijual dipasaran, baik pasar swalayan maupun pasar tradisional.
Dalam mikologi penggolongan jamur tiram putih adalah sebagai berikut.
Devisi : Amastigomycota
Klas : Basidiomicetes
Subklas : Homobasidiomycetidae
Ordo : Agaricales
Suku :Agaricaceae
Marga : Pleurotus
Spesies : Pleurotus oetreatus
Jamur tiram merah
Jamur tiram merah (pleurotus flabellatus) dijepang dijuluki sebagai sakura shimeji. Tudung tebal dan jumlah cabangnya sedikit dalam satu rumpun
Diameter tudungnya antara 5 sampai 10 cm. Mikologi penggolongan jamur tiram merah sama dengan jamur tiram putih. Perbedaanya hanya terletak pada spesies, yaitu Flabellatus. Jamur tiram merah menduduki nomor dua setelah jamur tiram putih, maka dari itu jamur tiram ini jarang dijumpai di pasaran.
Jamur tiram abu-abu
Jamur tiram abu-abu (Pleurotus sayor caju) warna tudung abu-abu (shimeji grey) dengan diameter tudung 4 sampai 12 cm, jumlah cabang nya sedikit, jamur seperti ini sangat sedikit yang membudidayakanya
Jamur tiram coklat

(sumber dari internet)
Jamur tiram coklat (pleurotus cystidiosus) dikenal dengan nama jamur jamur abalone. Tudung nya tebal, memiliki diameter antara 4 sampai 10 cm.
